Minggu, 29 Juni 2014

Korea Selatan Terbaik dalam Sistem Pendidikan

Korea Selatan Terbaik dalam Sistem Pendidikan

Korea Selatan menempati peringkat pertama sebagai negara dengan sistem pendidikan global terbaik versi Pearson, sementara Indonesia menempati urutan bawah.

Korea Selatan berada di tempat teratas dalam tabel liga pendidikan global (BBC Indonesia).
Korea Selatan menempati peringkat pertama sebagai negara dengan sistem pendidikanglobal terbaik versi Pearson, sementara Indonesia menempati urutan bawah.
Dalam survei yang dilakukan oleh lembaga edukasi dan perusahaan penerbitan Pearson, ada empat negara Asia yang menempati urutan atas.
Selain Korsel, ada pula Jepang, Singapura, dan Hong Kong yang berturut-turut berada di posisi dua, tiga dan empat.
Sementara itu, Inggris berada di peringkat enam dan menjadi negara terbaik kedua di wilayah Eropa dalam tabel tersebut.
Peringkat ini meliputi pendidikan tingkat tinggi dan tes sekolah internasional.

Sabtu, 21 Juni 2014

Pendidikan Kewarganegaraan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pendidikan nilai dan moral memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan budi pekerti dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena itu, hakikat dari Pendidikan Nilai dan Moral dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah budi pekerti, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda. .
Berkaitan dengan pembahasan di atas, bahwa pendidikan nilai dan moral adalah sebuah wadah pembinaan akhlak. Maka hal ini perlu adanya sebuah pendekatan yang akan membawa siswa atau peserta didik untuk memaknai dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Disampaikan itu kepada calon pendidik, khususnya seorang guru yang kemudian dijadikan sebagai pengetahuan untuk menerapkan nilai dan moral dalam pembelajaran PKn di Sekolah Dasar maupun di tingkat selanjutnya.



1.2       RUMUSAN MASALAH
1.      Jelaskan kajian Epistimologi Pendidikan Kewarganegaraan ?
2.      Jelaskan kajian Aksiologi Pendidikan Kewarganegaraan ?




1.3       TUJUAN
1.      Menjelaskan Kajian Epistimologi Pendidikan Kewarganegaraan
2.      Menjelaskan Kajian Aksiologi Pendiidkan Kewarganegaraan

Pratikum Sifat air

SIFAT AIR
Ada benda yang jika di masukkan kedalam air lama kelamaan seolah-olah lenyap.Lenyapnya benda tersebut karena larut di dalam air.Ada beberapa zat atau bahan jika kita campurkan dengan air,zat atau bahan tersebut melarut.Jika terlarut lebih kecil sedikit dari zat pelarut,maka zat tersebut seolah-olah hilang oleh pelarut.Gejala seolah-olah hilangnya zat terlarut di tunjukkan oleh tidak terlarutnya zat terlarut tersebut pada zat pelarut. Pada peristiwa pelarutan zat terlarut oleh zat pelarut,kecepatan pelarutannya berbeda-beda.Perbedaan ini di pengaruhi oleh temperature,zat terlarut dan cara melarutkannya (diaduk atau tidak).
Dengan pengadukan bahan lebih cepat larut.Apabila kedalam suatu larutan terus ditambahkan bahan terlarut maka pada suatu ketika akan terjadi bahwa bahan tersebut sudah tidak dapat melarut lagi. Larutan demikian dinyatakan sebagai larutan jenuh:

Jumat, 20 Juni 2014

Terapung, Melayang, dan Temggelam

Terapung, Melayang, dan Tenggelam


            Benda padat yang dimasukkan kedalam air akan mengalami peristiwa terapung, melayang, dan tenggelam, benda dikatakan terapung jika benda itu sebagian atau seluruhnya banda dipermukaan air, benda dikatakan melayang jika benda itu berada diantara permukaan dan dasar air, benda dikatakan tenggelam bila benda itu berada didasar air.
            Benda padat itu terapung karena berat jenis benda padat lebih kecil daripada berat benda cair. Benda padat itu melayang bila berat jenis benda padat sama engan berat jenis benda cair. Benda padat itu tenggelam karena berat jenis benda padat lebih basar dari pada berat jenis benda cair.

                   I.            Kegiatan    :
Peristiwa terapung, melayang, dan tenggelam
                  II.          Tujuan       :
Menjelaskan bahwa berbagai benda padat bila dimasukkan kedalm air akan mengalami peristiwa yang berbeda.
               III.          Alat dan Bahan:
1.      Gelas Kimia
2.      Kubus Kayu
3.      Paku
4.      Karet Gelang
5.      Air

Jumat, 13 Juni 2014

Jenis-Jenis Anak-Anak Berkelainan Fisik beserta Karakteristiknya

2.1 Jenis-Jenis Anak-Anak Berkelainan Fisik beserta Karakteristiknya
Jenis-jenis anak berkelainan fisik dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

A.    Anak Tunanetra
ΓΌ  Ilustrasi
Atin seorang gadis kecil usia 5 tahun, dia akan masuk taman kanak- kanak. Kesan lahiriah tampak Atin adalah anak yang lucu dan ceria, dalam aktivitas motorik sehari-hari tampak terkesan lamban, pada kegiatan yang bersifat visual seperti mewarnai, menggambar, menyusun peg board, dan puzzle Atin tidak mampu menyelesaikannya. Maka dia dibawa kedokter untuk melihat gangguan yang ada padanya, ternyata atin memiliki kelainan pada penglihatannya yang oleh dokter dinyatakan memiliki tingkat ketajaman( visual sentalis ) 20/200, maka dia dinyatakan sebagai anak tuna netra dan memerlukan media pembelajaran dan permainan khusus.
Anak tunanetra adalah anak yang mengalami kelainan kehilangan ketajaman penglihatan sehingga penglihatannya tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari termasuk bersekolah sehingga memerlukan layanan pendidikan khusus. Ketajaman penglihatan diukur berdasarkan kemampuan seseorang membaca huruf-huruf, angka-angka, atau simbol-simbol lain pada papan Snellen sejauh 20 kaki (6 M). Penglihatan seseorang dikatakan betul-betul terganggu jika ketajamannya lebih rendah atau sama dengan 20/200 (Arum, 2005:28-29) yaitu yang mampu melihat suatu benda pada jarak 20 kaki yang dapat dilihat oleh orang yang memiliki ketajaman normal pada jarak 200 kaki. Hilangnya kemampuan melihat tersebut mengakibatkan perkembangan anak, baik perkembangan baik perkembangan intelektualnya, emosi, sosial, kepribadian dan keterampilan hidupnya. Mereka dengan keadaannya itu tidak mungkin dapat mengikuti pendidikan di sekolah biasa bersama anak-anak yang awas tanpa layanan atau program khusus.